FF : Why I Like You? Part 3

Title : Why I Like You
Author : putry_1602/Lee ji rim
Genre : Chapter,Comedy,Romance,etc
Main cast :
• Lee Donghae
• Im Yoona
Other Cast : Find them.
Rating : PG-17

cats2

Before

“aku sudah bilang,aku tidak ingin makan.” Ucap Donghae dari dalam selimut.

“…”

“eomma,kau masih ada disitu?” tanya Donghae menyikap selimutnya dan betapa kagetnya melihat sosok yang ia kira eommanya itu.

“Kau?!!” pekik Donghae kaget.

START

Yoona menyingkirkan tangan Donghae yang menunjuk wajahnya “tidak sopan.” Serunya.

“bagaimana kau bisa disini?!” seru Donghae

“ini gara-gara ulah para fansmu itu yang munuduh ku menyebabkan kau sakit.” Terang Yoona.

“Bwo?” pekik Donghae

“Aish! Ya! Bisakah kau berbicara dengan pelan bukan berteriak? Kau membuat pendengaranku sakit.” Keluh Yoona.

“darimana kau tahu rumahku? Kau memaksa teman-temanku atau kau memaksa Songsaenim?” terka Donghae.

Yoona mendesis “kenapa pertanyaanmu itu banyak sekali.” Cibir Yoona.

“sudahlah jawab saja.” Ucap Donghae terlihat tidak sabar.

“Han Songsaenim yang memberitahukan alamatmu kepadaku. Dia menyuruhku untuk menjengukmu karena mereka kira aku yang menyebabkanmu sakit. Aihh,kenapa semenjak bertemu denganmu kehidupanku jadi tidak tenang?” gerutu Yoona.

“seharusnya aku yang mengatakan itu,kau selalu saja membuat ulah yang menyusahkanku.” Sahut Donghae membuat Yoona mempoutkan bibirnya.

“lalu apa yang kau lakukan dikamarku? Apa eomma tidak melarangmu?” tanya Donghae.

“kau itu cerewet sekali! Justru eomma-mu lah yang menyuruhku ke kamarmu untuk membujukmu makan.” Jawab Yoona.

Donghae menghela nafas “bilang pada eomma aku tidak ingin makan dan kau bisa keluar. Aku ingin tidur.” Titah Donghae sembari menarik selimutnya meringkuk di dalamnya.

“Ya! Aku bukan pembantumu yang bisa kau suruh-suruh.” Seru Yoona kesal.

“cepatlah keluar,aku ingin tidur.” Usir Donghae.

“aku juga ingin,tapi eomma-mu sudah memintaku untuk membujukmu makan aku jadi tidak tega menolaknya. Jadi cepat habiskan makananmu agar aku bisa pulang.” Ucap Yoona sambil menarik-narik selimut Donghae.

“aku sudah bilang,aku tidak ingin makan.” Ucap Donghae bersikeras sambil mengeratkan selimutnya.

“ya! Cepat makan nanti buburnya malah dingin.” Seru Yoona menyikap selimut Donghae yang membuat Donghae berbalik dengan wajah kesal.

“YA! Ehmmfft..-“

“nah,begitukan enak.” Ucap Yoona tersenyum senang karena berhasil menyuap paksa Donghae.

“Ya! Aphha yangg kwauu lakhukan..” kesal Donghae dengan mulut yang penuh dengan makanan.

Yoona tertawa melihat ekspresi Donghae “hahahaha! Sudah,jangan banyak protes makan saja. Lihat,makanannya jadi berhamburan karena kau! Kalau mau berbicara habiskan dulu makanan dimulutmu itu baru berbicara.” Titah Yoona melap bajunya yang terkena semprotan Donghae.

“ya,kau ingin membuatku..ehmmfft-!”

“kwwauu inginn membwuatkhuu mathii tersedakk,eo!!” pekik Donghae karena Yoona kembali menyuapkan sesendok bubur kemulutnya secara tiba-tiba.

“hahahaha,kalau berbicara itu yang jelas jangan seperti berkumur-kumur seperti itu.” Tawa Yoona terbahak-bahak.

“kau..” desis Donghae dengan tiba-tiba ia mengambil sesendok bubur dan memasukkannya ke dalam mulut Yoona yang terbuka dengan lebarnya karena tertawa.

“hahaha,ehmfft..uhuk..uhuk..” Yoona tersedak sambil memukul-mukul dadanya.

Kini giliran Donghae yang tertawa kemenangan. Melihat Yoona tersedak terselip rasa bersalah,ia ambil gelas berisikan air putih dan memberikannya ke Yoona.

Yoona segera mengambil gelas itu dan menegaknya dengan cepat “hah..hah..” kini ia telah menelan sempurna makanannya.

Tatapan tajam kini menjurus kearah Donghae “kau ingin mati,huh?” pekik Yoona memukul-mukul tubuh Donghae.

“ya!ya!” seru Donghae kesakitan sambil melindungi tubuhnya.

“rasakan ini!” ucap Yoona terus memukuli tubuh Donghae.

“ya,ya hentikan!” pinta Donghae menahan tangan Yoona.

“bagaimana bisa kau memukuli orang yang sedang sakit.” Gerutu Donghae.

“kau sakit? Bagaimana bisa orang yang sedang sakit bisa berteriak-teriak,sepertimu.” Ucap Yoona kesal.

“kau yang memulainya.” Seru Donghae.

“tetap saja,kau hampir membunuhku.” Seru Yoona tak mau kalah.

“aigoo,waktu istirahatku terbuang sia-sia karena yeoja ini. Apa salahku shingga bisa bertemu dengannya?” guman Donghae pelan hampir terdengar seperti berbisik.

Yoona menatap tajam Donghae “kau pikir aku mau kesini? Aku juga dipaksa.”

“aissh,gara-gara kau pusingku jadi bertambah.” Gerutu Donghae memijit pelipisnya.

“kenapa kau datang saat jam sekolah? Kau membolos ?” tebak Donghae.

“kenapa orang yang sakit masih bisa bertanya banyak seperti itu,huh? Aku disuruh songsaenim untuk pergi sekarang jadi aku tidak masuk pelajaran. Ini gara-gara kau.” Ucap Yoona.

“bukannya kau senang karena tidak mendengarkan ocehan songsaenim?” cibir Donghae.

Yoona mendesis “sudahlah,cepat habiskan makananmu agar aku cepat pulang.”

Yoona kembali menyuap bubur itu secara paksa berkali-kali sampai habis tak bersisa dan tentu saja diiringi omelan Donghae yang terus terdengar si telinga Yoona namun tidak ia hiraukan.

“selesai! Baiklah kalau begitu aku bisa pulang.” Girang Yoona beranjak dari duduknya.

Donghae menatap Yoona tajam “yeoja ini benar-benar..” gumannya.

“ohya,ada yang ingin ku tanyakan padamu.” Ucap Yoona berbalik
Donghae memandangi Yoona.

“apa benar aku yeoja pertama yang datang kerumahmu?” tanya Yoona.

Donghae mengangguk “eo.” Jawabnya sekenanya.

Yoona mengangguk paham dan mengangkat nampan lalu beranjak keluar kamar “aku pergi.” Ucapnya.

Donghae memandangi Yoona dengan ekspresi datarnya entah apa yang dipikirkannya tapi dia dengan setianya tetap memandangi punggung Yoona hingga Yoona menghilang dibalik pintu.

-0-

“eommonim,ini aku sudah berhasil membujuknya makan sampai habis tak bersisa.” Ucap Yoona saat menemui Nyonya Lee di dapur yang tengah menyiapkan makan siang.

“wah,kau hebat Yoona-sshi. Bagaimana caramu membujuk anak itu?” tanya Nyonya Lee penasaran.

“rahasia,hehehe” jawabnya sambil tertawa.

Nyonya Lee ikut tertawa melihat tingkah laku Yoona.

Tanpa diketahui,Donghae sedari tadi tengah memandangi eomma-nya dan Yoona yang kini tengah asik bercanda. Seulas senyum terukir diwajahnya melihat pemandangan itu.

“sudah lama aku tidak melihat tawa eomma selepas itu.” Guman Donghae dan beranjak kembali ke kamarnya.

“eommonim,anda tidak usah berbicara formal kepadaku. Aku kan lebih muda dari eommonim.” Terang Yoona.

“jadi maksudmu aku tua begitu?” canda Nyonya Lee.

“aniyo,bukan begitu maksudku. Eommonim sangat kelihatan muda,ketika aku melihat eommonim kukira eommonim adalah kakak dari Donghae-sshi.” Terang Yoona.

Nyonya Lee tertawa mendengar jawaban Yoona “Yoona-ya,sebentar lagi waktunya makan siang. Lebih baik kau makan disini saja.” Tawar Nyonya Lee.

“apa tidak merepotkan eommonim?” tanya Yoona.

Nyonye Lee menggeleng “tentu saja tidak,aku justru sangat senang apabila kau mau makan bersamaku.”

“baiklah eommonim,tapi kuharap anda menyiapkan makanan yang banyak karena aku makan sangat banyak.” Canda Yoona.

“aigoo~,kau tidak usah khawatir tentng itu Yoona-ya. Aku sudah menyiapkan banyak makanan.” Ucap Nyonya Lee mulai menyajikan beberapa masakan di atas meja dibantu Yoona.

-Skip Time-

“aku sungguh terkejut dengan nafsu makanmu padahal badanmu ini sangat kurus.” Ungkap Nyonya Lee

Yoona terkekeh pelan “aku sangat suka makan tapi entah kenapa badanku tidak gemuk-gemuk.” Terang Yoona

Yoona melirik jam tangannya yang menunjukkan waktu sore “eommonim,aku pamit pulang.” Ucapnya sembari beranjak dari duduknya diiringi Nyonya Lee yang juga ikut berdiri.

“tunggu sebentar,Yoona-ya.” Nyonya Lee beranjak ke dapur dan kembali dengan beberapa kantongan penuh dengan makanan.

“ini untukmu karena melihat nafsu makanmu,aku merasa senang apabila kau memakan masakanku.” Nyonya Lee menyodorkan beberapa kantongan itu pada Yoona.

Yoona terkejut “apa ini tidak berlebihan?”

Nyonya Lee tersenyum “sudah lama sekali aku inin mempunyai anak perempuan namun yang ku punya hanya Donghae dan juga kau tahukan ia jarang berteman dengan yeoja. Makanya aku sangat senang ketika kau datang kesini.” Terangnya sembari memegang tangan Yoona erat.

Yoona tersenyum mendengar tuturan itu “aku juga sangat senang bertemu dengan emmonim,jeongmal ghamsamhamnida.” Ucap Yoona membungkukkn kepalanya singkat.

“sering-seringlah datang kesini,eoh? Aku jadi tidak kesepian lagi karena denganmu aku bisa bercerita banyak hal yang tidak bisa aku ceritakan pada Donghae.” Ucap Nyonya Lee menepuk-nepuk punggung tangan Yoona.

“nde,aku akan mengusahakan untuk datang ke sini lagi. Kalau begitu,aku pergi.” Pamit Yoona beranjak pergi.

-0-

Keesokan harinya …

“annyeong!” sapa Sooyoung merangkul Yoona.

“eo?annyeong” balas Yoona.

“ya,kemarin bagaimana?” tanya Sooyoung

Yoona mengernyit “kemarin apanya?”

Sooyoung mendesis “eyy,waktu kau ke rumah Donghae sunbae. Eotthe?” tanya Sooyoung penasaran.

“rumahnya lumayan besar,dia punya halaman yang luas dan-“

“ya! Yang ingin ku tahu bukan itu tapi ketika kau bertemu dengan Donghae sunbae. Apa kau sudah minta maaf?” potong Sooyoung.

“buat apa aku minta maaf? Ini bukan salahku lagipula penyebab dia sakit karena mabuk-mabukkan.” Terang Yoona.

“mabuk?” ulang Sooyoung.

“eoh.kata eommonim dia kemarin pulang dengan keadaan mabuk.” Ucap Yoona.

Sooyoung membulatkan kedua matanya “eommonim? Kau bertemu dengan eomma Donghae sunbae? Eotthe? Apa dia baik?” cecar Sooyoung panjang lebar.

Yoona mendengus “kenapa banyak sekali pertanyaanmu?” gerutu Yoona.
“aku kan penasaran,cepat ceritakan.” Rengek Sooyoung menggoyangkan tangan Yoona.

“sepertinya ada yang sedang berbahagia.” Ucap seorang yeoja menghampiri mereka dengan tatapan sinis.

“apa lagi maumu?” tanya Yoona.

“mauku?kau berhenti menganggu kehidupan Donghae oppa.” Seru yeoja itu.

Yoona menghela nafas “siapa yang menganggu pangeranmu itu? Apabila kau ingin,ambil saja.” Balas Yoona.

“kau..” geram yeoja itu menggempalkan tangannya.

Dengan tiba-tiba yeoja itu mendekati Yoona dan menarik kerah baju Yoona yang sontak membuat Yoona dan Sooyoung terkejut.

“ya,apa yang kau lakukan!!!” pekik Sooyoung berusaha melepaskan cengkraman yeoja itu.

“kau…ku peringatkan agar segera menjauhi Donghae oppa kalau tidak,aku tidak akan segan-segan melakukan yang lebih dari ini.” Ancam yeoja itu.

Yoona tertawa mengejek “apa yang akan kau lakukan? Aku jadi penasaran.”

“lepaskan tanganmu yang kotor itu dari bajuku.” Seru Yoona yang langsung memegang tangan yeoja itu dan menghempaskannya dengan keras.

“KAU!!” teriak yeoja itu mendekati Yoona dan ingin melayangkan tamparannya.

“Yoona!” pekik Sooyoung berlari berusaha melindungi Yoona.

Suasana menjadi tegang,seluruh siswa kini menonton adegan itu dengan tenang. Tinggal beberapa senti lagi tangan yeoja itu akan mendarat di wajah Yoona namun belum sempat itu terjadi,sebuah tangan
menghalanginya.

“Donghae oppa.” Lirih yeoja itu memandangi Donghae yang kini menatapnya dengan tajam.

Semua siswa terkejut dengan kedatangan Donghae yang tiba-tiba dan terlebih lagi Donghae melindungi Yoona.

Tangan Donghae masih mencengkram pergelangan tangan yeoja itu dengan erat yang membuat yeoja itu meringis kesakitan namun Donghae tetap tidak melepaskan cengkramannya.

Yoona mendekati Donghae dan melepaskan cengkraman tangannya pada yeoja itu yang membuat Donghae memandangi Yoona.

“kau menyakitinya. Untuk apa kau melindungiku? Kau ingin menjadi pahlawan Donghae-sshi?” ucap Yoona menatap Donghae datar.

Donghae tersentak mendengar penuturan Yoona.

“kajja,kita pergi.” Ajak Yoona menarik lengan Sooyoung dan beranjak pergi meninggalkan Donghae yang tengah menatapnya.

“AKHH!!” teriak Donghae frustasi mengacak rambutnya dan beranjak pergi dari gerombolan yang mengelilinginya.

“kenapa Donghae oppa malah melindungi yeoja itu?” heran seorang siswa

“apa terjadi sesuatu diantara mereka?” sambung siswa lain.

“bisa jadi,bukannya kemarin yeoja itu ke rumah Donghae oppa?” timpal siswa lain. Kini desas-desus menghiasi suasana pagi sekolah itu.

“seung-ah,gwencahana?” tanya seorang siswa menghampiri yeoja yang sedari tadi membeku ditempat.

“seung-ah,seung-ah” seru siswa lain.

“pergelangan tanganmu merah,apa Donghae oppa mencengkrammu dengan keras?” tanya siswa itu.

Yeoja yang dipanggil Seung-ah itu terlihat kesal dan marah,ia beranjak pergi dan berlari meninggalkan teman-temannya yang sedari tadi memanggilnya namanya.

-0-

Di atap gedung sekolah

“bersekolah disini bisa membuatku stress,Sooyoung-ah.” Lirih Yoona

“bersabarlah,mereka seperti itu apabila bersangkutan dengan Donghae sunbae. Tapi untung saja Donghae sunbae melindungimu dari tamparan yeoja itu.” Senang Sooyoung.

“cih,dia hanya melindungiku karena ingin di anggap pahlawan.” Ucap Yoona

Pletak!

“ya! Kenapa kau memukulku?” kesal Yoona mengelus-ngelus kepalanya yang kena pukulan Sooyoung.

“kenapa kau tidak bisa menghargai usaha Donghae sunbae,huh? Dia tidak seburuk yang kau pikirkan.” Terang Sooyoung.

Yoona mendengus mendengar tuturan Sooyoung.

“bukankah itu sangat keren?” kagum Sooyoung menautkan jemari-jemari tangannya menjadi satu.

“sekarang kau bisa melihat sisi baiknya,bukan?” ucap Sooyoung.

“hanya sedikit,kau tidak usah berusaha membuatku menjadi suka pada namja itu.” Sinis Yoona.

Sooyoung menghela nafas “arasso,aku akan membelikanmu minuman. Tunggu disini,arasso?” titah Sooyoung beranjak pergi.

Beberapa menit kemudian

Clekk

“eo? Kau disini?” kaget seseorang.

Yoona berbalik “kau” dengusnya.

“apa yang kau lakukan disini?” tanya orang itu mendekati Yoona

Yoona kembali membalikkan badannya dan memandang lurus ke depan “hanya ingin menyendiri.”

“kalau begitu,apa aku menganggumu?” tanya orang itu setelah ia sudah berada disamping Yoona.

“sia-sia aku memberitahukanmu kalau kau pasti akan tetap disini.” Terang Yoona membuat namja itu tertawa.

“bagaimana bisa kau tahu banyak tentangku?” canda orang itu membuat Yoona tersenyum.

Hening..

“wae? Ada masalah?” tanya orang itu memecah kesunyian.

“seperti yang kau tahu.” Jawab Yoona menghela nafasnya.

“aku sering mendengar kalau mereka tidak segan-segan melakukan apapun untuk menyingkirkan orang lain. Tidak kusangka kalau mereka bersungguh-sungguh.” Ucap orang itu.

“aku tidak mengerti jalan pikiran mereka.” Ucap Yoona.

“selamanya kau tidak akan pernah mengerti karena kau tidak sejalan dengan mereka.” Terang orang itu.

Yoona tersenyum “kau benar,aku memang tidak sejalan dengan mereka.”

“bersabarlah dan kuatkan lah dirimu. Aku yakin kau orang yang tidak mudah putus asa.” Ungkap orang itu menepuk pelan punggung Yoona dan beranjak pergi.

“siapa namamu?” seru Yoona membuat orang itu berbalik dan memandanginya.

“Cho Kyuhyun,kau bisa memanggilku Kyuhyun atau Kyuhyun oppa?” goda Kyuhyun tertawa.

Yoona tertawa mendengarnya “sepertinya pilihan pertama lebih baik,tuan Cho Kyuhyun.” Ucap Yoona menekankan pada akhir kalimatnya.

Kyuhyun tertawa dan berbalik kembali melangkahkan kakinya sembari sebelah tangannya melambai di udara. Yoona hanya tersenyum melihatnya.

-TBC-

31 thoughts on “FF : Why I Like You? Part 3

  1. akhr’y d post jg…!? wah,donghae ngLndungn yoona jngn2 donghae muLai suka ma yoona…!? jngn mpe yoona suka ma kyuhyun thor…!? next part dtnggu

  2. asik yoona bisa buat donghae makan bubur smpe habis walau cranya sperti itu wkwkw
    lanjutt,kyknya kyu bkl suka nih sama yoona

  3. kyuhyun? mank kyu ad d part 1 y?? q lupa…
    makin seru nih…aciaaa,,,hwae knpa? kok menggerutu sndri sih?? sebel y d cuekin yoona? haha nexttt

  4. Waaa author ternyta crita yg aku pikirin kmrin itu judulnya why i like u .. Hahaha inget crita lupa judul thor aku ^^v
    Hihihi hae sakit kaya anak kecil😀
    Jiah abang gue muncul #tunjuk kyu
    Ayo haeoppa buad yoong eoni jatuh cinta padamu , biar yoongnya ga dluan suka ama kyu😀
    Hah lanjut dah author
    Fighting ^^

    #mian komen gaje ._.
    Critanya bagus thor suka sifat yoona disini😀

  5. anyyeong..aku reader baru..maaf bru nemu…
    Jadi…aku mau ninggalin koment dulu chingu…aku mau baca part 1 ny ya…gumawo..

  6. wahh donghae ngelindungin yoona dr tindakan kekerasan tmn2 perempuan di sekolahnya,, tp knp yoona msh dingin dan ketus gt ke donghae kyknya dia msh kesal… Kpn yah mrk baikan

    Jgn ampe kyu suka ama yoona ya thor pokoknya donghae ama yoona hrs bersama, next part di ttgu. Gomawo🙂

  7. oh jadi it kyuhyun…wah dah tbc aj…pengen cpet tau lanjutan nx…keren soal nx…palli di lanjut,jangan lama2…Fighting!

  8. ooo jadi namja misterius itu kyuhyun ya hmmm
    penasaran nih ngeliat hae yg mencak mencak gegara yoong hehehe
    lanjuuuutt ya thor hehe. gomawo😀

  9. wuah keren ceritanya..
    donghae bela yoona..
    makin pnasaran ma lnjutann ya,
    ntu kyuhyun dekatin yoona buat a pa y?
    next part asap y..

  10. yeay yeay yeay… hae oppa nolongin yoona eonni, sepertinya sudah mulai tumbuh benih2 cinta nih cie cie ehem.. ^^
    next partnya ditunggu secepatnya ^^

  11. Next..!!
    Thor.. buat lebih beda radi ff yg lain
    Yoong jangan sampai suka KyuHyun sama Haeppa aja
    Haeppa udah mulai suka yah??

  12. donghae sepertinya sudah mulai tertarik sama yoona.
    begitupun dengan kyuhyun. tapi yoonanya? entahlah, hanya yoona dan author yang tau wkwk
    buat yoona dan nyonya lee deket thor, aku suka ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s