FF : Our Problem part 3

tumblr_mm823c8kGJ1rlk492o1_500

Cover by Lee Minda

Author : putry_1602/Lee ji rim

Title : Our Problem

Genre : Chapter,Comedy,Romance,etc

Main cast :

Lee Donghae
Im Yoona
Other Cast : Find them.

Rating : PG-17

——————————————————————–

Before

Tok..tok..tok

“masuklah oppa.” Teriak Sooyoung seperti sudah tahu siapa yang mengetuk pintu.

Tak lama muncullah seorang namja dari balik pintu menunjukkan wajahnya yang lumayan tampan dengan kulit putih pucatnya dan juga postur tubuhnya yang tinggi.

“ada apa? apa kau mengira dia datang,huh?” tebak Sooyoung yang sepertinya benar terlihat dari ekspresi namja itu yang cengar-cengir.

“dia tidak datang.” Beritahu Sooyoung

“tidak datang?” ucap namja itu atau lebih tepatnya kakaknya Sooyoung yang terdengar kecewa.

“Yoona bilang ada sesuatu yang harus ia selesaikan.” Timpal Sooyoung lagi.

“ah..begitu ya” ucapnya kecewa.

Start!

“Kyuhyun oppa,kenapa kau selalu saja menanyakan soal Yoona kepada kami? Kenapa tidak oppa tanyakan langsung kepada Yoona?” kesal Yuri karena tidak tahan melihat sikap Kyuhyun yang terkesan ‘pengecut’.

Mendengar itu Kyuhyun hanya tersenyum miris “dia hanya menganggapku seperti oppanya saja tidak lebih,aku takut kalau aku mengatakan yang sebenarnya dia akan menjauhiku.” Terang Kyuhyun sedih.

“sudah-sudah. Coba saja sekali-kali oppa tunjukkan perasaan itu dengan perlakuan oppa kepada Yoona.” Saran Sooyoung memandangi oppanya itu.

Kyuhyun tersenyum dan mengangguk “akan kucoba.”

“tapi..hal apa yang sedang Yoona selesaikan?” sambung Kyuhyun penasaran

Mendengar itu Sooyoung dan Yuri dengan serentak berteriak “tanyakan sendiri!!!” sambil melempar bantal dan boneka kearah Kyuhyun yang sudah lari terbirit-birit keluar kamar.

-0000000000000-

Keesokan Harinya ….

“oppa,ireona!” suruh Yoona

“enggg..”

“ireonaa!” ucap Yoona lagi namun kini sambil menguncang-guncang tubuh Donghae.

“shirreo..” ucap Donghae sambil menarik selimut dan berniat kembali tidur

“Yak! Oppa,ini sudah siang ppali ireona!” teriak Yoona yang mulai kesal dengan sikap suaminya itu.

“seharusnya kau membangunkan suamimu ini dengan lembut bukan teriak-teriak seperti itu” gerutu Donghae yang masih didalam selimut.

“kau yang membuatku teriak-teriak seperti itu,oppa” terang Yoona.

“isshh…morning kiss” guman si Donghae yang masih tetap di dalam selimut

“nde?” tanya Yoona karena tidak begitu mendengar apa yang dikatakan suaminya itu.

“morning kiss,kau belum memberiku morning kiss” ungkap Donghae

“baiklah aku akan memberikan morning kiss asal oppa cepat bangun,hana..dul..” hitung Yoona.

Donghae langsung bangun dan duduk di depan Yoona yang notabenya adalah ‘istri’nya itu.

“ishh,kalau masalah ini selalu saja cepat” cibir Yoona

“hehehe,cepatlah yoong mana morning kiss ku” cengir Donghae

“pertama,hae oppa tutup mata dulu.” Suruh Yoona

Donghae menutup matanya dan tak lama ‘Cuph’ Yoona memberikanya morning kiss singkat.

Donghae membuka matanya dan terlihat tidak senang “morning kiss macam apa itu? Ulangi!” suruh Donghae.

“bwo? Shirreo” tolak Yoona memalingkan wajahnya ke arah lain menghindari tatapan death glare dari Donghae.

“shirreo?baiklah kalau begitu,biar aku saja” ucap Donghae sambil menarik tangan Yoona dan mereka pun terjatuh di atas ranjang.

Donghae menarik wajah Yoona hingga bibir mereka bersentuhan,ia melumatnya lembut.

Yoona yang masih kaget tetap saja diam tanpa menolak ataupun merespon ciuman Donghae. Tetapi lambat laun Yoona mulai masuk ke dalam perangkap Donghae dan mulai membalas perbuatan Donghae.
Setelah beberapa menit,Yoona menarik tubuhnya menjauh dari Donghae dan mengatur nafasnya.

“ishh,lihat apa yang oppa lakukan,rambutku dan bajuku jadi berantakan.” Kesal Yoona yang merapikan rambut dan bajunya.

“salahmu sendiri” ucap Donghae tersenyum lebar.

“aku ingin mandi dulu,masalah morning kiss gumawo” ucap Donghae berdiri dan beranjak ke kamar mandi.

“aigoo~ namja itu..benar-benar” gerutu Yoona sambil merapikan tempat tidur dan mempersiapkan keperluan sang suami. (walaupun gitu-gitu Yoona tetap istri yang baik,kkk)

Ting…tong…ting..tong.. (ceritanya bunyi bel)

“siapa tamu pagi-pagi begini?” guman Yoona beranjak ke lantai bawah dan membukakan pintu dan betapa terkejutnya ketika ia mendapati siapa tamunya pagi-pagi begini.

“Annyeong!” seru Sooyoung melambaikan tangannya sambil tersenyum lebar.

Yoona masih mematung tidak mengubris salam dari Sooyoung “ya,yoong..wae geure?” heran Sooyoung melambaikan tangannya didepan wajah Yoona.

Yoona tersentak “ah..Sooyoung-ah..ada apa pagi-pagi begini kerumahku?” tanya Yoona.

Sooyoung mempoutkan bibirnya “apa maksudmu dengan ‘ada apa’,tentu saja mengajakmu untuk berangkat ke sekolah bersama.” Jawabnya.

“kenapa tiba-tiba?” tanya Yoona lagi

Sooyoung mendesah “Ya! Kenapa kau banyak tanya? Cepat bersiap-siap nanti kita telat.” Seru Sooyoung.

“ah..baiklah kalau begitu,aku bersiap-siap dulu.” Yoona beranjak masuk namun langkahnya dihentikan oleh ucapan Sooyoung “kau tidak mempersilahkanku untuk masuk?” tanyanya polos.

Yoona berbalik “ah..silahkan masuk,kau tunggu disini saja..eoh,jangan kemana-mana.” Peringat Yoona

Sooyoung mengangguk “tidak usah berlebihan.” Cibirnya.

“Yoong! Kemejaku mana?!” teriak Donghae tiba-tiba dari kamar yang membuat Yoona tersentak kaget.

Sooyoung menatap Yoona meminta penjelasan “kau tidak tinggal sendirian?”

Yoona diam tidak tahu harus menjawab apa.
“eng..itu…hanya..appa..ya..appa..baru saja datang kemarin dan menginap disini selama sehari lalu kembali lagi ke Busan.” Terang Yoona asal.

“abeoji? Aku ingin bertemu dengannya.” Pinta Sooyoung

Yoona membulatkan matanya “eng..itu..dia sedang sibuk jadi tidak bisa diganggu.” Tolak Yoona cepat.

Sooyoung menghela nafas “begitu ya,kalau begitu sampaikan salamku .. cepatlah kau temui beliau nanti beliau akan marah,kau juga cepatlah bersiap-siap.” Titah Sooyoung.

Yoona mengangguk dan beranjak menaiki anak tangga yang menghubungkan ke lantai 2 kamar tidurnya. Ketika ia membuka pintunya betapa kagetnya lagi mendapati tubuh topless Donghae yang masih asik mengeringkan rambutnya dengan handuk.

“kenapa lama sekali?” tanya Donghae berbalik menatap Yoona.

Yoona menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya “oppa,pakai dulu pakaianmu.” Suruh Yoona.

“bukannya tadi aku menyuruhmu untuk mengambilkan kemejaku?” heran Donghae.

Yoona tersadar dan menunjukkan cengirannya dan beranjak menuju ke lemari dan mengambil sebuah kemeja berwarna biru muda “kau tinggal mengambilnya dilemari,apa susahnya sih.” Gerutu Yoona

“bukankah itu tugas seorang istri.” Jawab Donghae sambil memakai kemejanya

Yoona yang mendengar itu hanya mencibir sambil memakaikan dasi Donghae.

“ah..aku lupa,Sooyoung ada dibawah.” Ucap Yoona.

Donghae mengkerutkan keningnya “sekarang?”.

“tidak,tahun depan..ya,jelas lah sekarang oppa. Katanya dia mau mengajakku pergi ke sekolah bersama. Dan juga teriakan oppa tadi sempat membuatnya curiga.” Terang Yoona

“jinjja? Apa katanya?” khawatir Donghae.

“aku hanya beralasan kalau itu suara Appa dan dia percaya.” Jawab Yoona.

Donghae menghela nafas lega “kali ini kita beruntung tapi rahasia ini tidak bisa kita sembuyikan terus-menerus,yoong.”

Yoona menunduk “aku hanya memerlukan waktu yang tepat,oppa. Tapi kurasa tidak sekarang.”

Donghae tersenyum tipis dan merengkuh tubuh Yoona ke dalam pelukannya “kau tenang saja,ada aku yang selalu disampingmu.” Ucapnya sambil mengecup puncuk kepala Yoona lembut.

“jeongmal gumawo oppa.” guman Yoona pelan.

Donghae melepas pelukannya “sekarang cepatlah bersiap-siap dan segera temui temanmu itu nanti dia kesal menunggumu.” Ucap Donghae tersenyum.

Yoona mengangguk dan beranjak ke kamar mandi mengganti pakaiannya dengan seragam sekolah.

“apa sih yang dilakukan anak itu?” gerutu Sooyoung sambil memandangi isi dari rumah Yoona.

“ah..ada bau makanan” Sooyoung mengikuti bau harum tersebut dan sampailah ia di sebuah meja makan yang tidak terlalu besar dengan tersedianya nasi goreng kimchi diatasnya.

“aku lapar,lebih baik aku makan saja sambil menunggu Yoona.” Pikir Sooyoung sambil menduduki kursi yang tersedia dan mulai menyantap makanan dengan lahapnya.

Tak berapa lama kemudian …

“Ya,Choi Sooyoung! Apa yang kau lakukan disini? Kan sudah kubilang untuk tidak kemana-mana.” Omel Yoona

Sooyoung mendengus “habisnya kau lama sekali,aku kan jadi lapar makanya sambil menunggumu selesai bersiap-siap aku makan terlebih dahulu.”

“kapan kau tidak pernah lapar?” sindir Yoona

Sooyoung mempoutkan bibirnya “sudahlah,aku lagi malas berkelahi denganmu.”

“aku sudah selesai bersiap-siap,jadi kajja kita pergi.” Paksa Yoona menarik lengan Sooyoung.

Namun Sooyoung dengan eratnya berpegangan dengan sudut meja “shirreo,tunggu sampai aku selesai makan.”

“nanti kita terlambat,kajja!” ucap Yoona lagi menarik tangan Sooyoung.

“tunggu,sebentar saja.” Sooyoung melanjutkan makannya dengan tergesa-gesa dan tanpa sengaja memandang sesuatu yang membuatnya penasaran.

“apa ini gelasmu?” tanya Sooyoung mengangkat sebuah mug kecil

Yoona mengangguk “waeyo?”

“ani,hanya saja disini tertuliskan ‘Yoong❤ Hae’..” terang Sooyoung memandang Yoona bingung.Yoona tersentak kaget

“disini terlihat jelas kalau ‘Yoong’ untuk dirimu dan ‘Hae’ untuk siapa?” tanya Sooyoung penasaran.

Yoona mengeleng cepat dan segera mengambil mug kecil itu tangan Sooyoung “ini bukan apa-apa. Kajja lebih baik kita segera pergi nanti kita terlambat.” Ucap Yoona mendorong paksa tubuh Sooyoung
keluar dari rumah seusai ia meletakkan mug itu di dalam laci.

“ya,wae geure ?” heran Sooyoung melihat tingkah Yoona yang menurutnya aneh.

-0000000000000-

“Yoong,jebal beritahu aku…Hae itu siapa? Apa dia namjachingumu?” tebak Sooyoung yang sekian kalinya. Sejak peristiwa pagi tadi,ia terus-menerus menanyakan siapa Hae itu.

“kalau kau terus-menerus menanyakan hal itu akan kuperban mulutmu itu!” ancam Yoona menatap tajam Sooyoung.

Sooyoung bergidik ngeri “arasoo tidak sekarang tapi lain kali beritahu aku tentang namjachingumu itu ya.” Ucap Sooyoung.

Yoona hanya menghela nafas beratnya sambil sesekali menghirup minuman yang berada didepannya.

“Annyeong!!” seru beberapa namja menghampiri meja Yoona dan Sooyoung dan langsung duduk di tempat yang kosong.

“bisakah kalian tidak usah pakai acara berteriak seperti itu?! Kau membuat telingaku sakit.” Kesal Yoona memandang ke sampingnya yang sudah diduduki beberapa namja.

Sedangkan yang dimarahi hanya bertampang bingung “kau itu,pagi-pagi begini sudah marah-marah.” Cibirnya

“Eunhyuk oppa,lebih baik kau jangan ganggu Yoona saat ini.” Peringat Sooyoung

“wae?” bingungnya

“dia saat ini sedang marah karna aku sudah mengetahui rahasianya kalau ia sudah memiliki namjachingu.” Terang Sooyoung yang mendapat seruan dari beberapa namja tersebut sedangkan Yoona menatap Sooyoung tajam.

“jeongmal? Ya,yoong..kenapa kau tidak memberitahu oppa,huh? Siapa dia?” tanya Sungmin sambil menyenggol tubuh Yoona.

“dengar ya,oppa dan juga kau Choi Sooyoung! Aku saat ini tidak memiliki namjachingu,arasso?!” tegas Yoona.

“eyyy…jinjja?” goda Eunhyuk

“Sooyoung-ah,memangnya ada bukti apa dia sudah berpacaran?” tanya Sungmin

“waktu aku kerumahnya tadi pagi,aku menemukan mug yang bertulisan ‘Yoong❤ Hae’ ..” jawab Sooyoung.

“ya..Dongsaeng kesayangan oppa ini teryata sudah memiliki namjachingu.” Goda Eunhyuk mengelus-ngelus rambut Yoona pelan.

Yoona menyingkirkan tangan Eunhyuk dengan cepat “anio,sudah kubilang aku tidak memiliki namjachingu! Dan juga kau Choi Sooyoung kalau sekali lagi mulutmu itu tidak diam kupastikan mulutmu itu akan ku perban.” Ancam Yoona sedangkan Sooyoung hanya menundukkan kepalanya tidak berani menatap Yoona.

“oppa,lebih baik kalian pergi saja.” Usir Yoona mendorong-dorong tubuh Eunhyuk.

“ya..ya,wae geureu? Ah..aku tau kau marah pada oppa,huh?” tebak Eunhyuk

Yoona menggeleng “anio,hanya saja aku tidak tahan melihat tatapan tajam dari berbagai arah.” Gerutu Yoona

“ah..mereka?” tunjuk Eunhyuk kearah beberapa sekelompok yeoja yang juga tengah berada di kantin. Namun ketika Eunhyuk menunjuk segera mereka berpaling seolah melakukan sesuatu.

“biarkan saja. Lagipula bukannya kalian sudah terbiasa?” ucap Sungmin

“tetap saja aku tidak nyaman. Cepat pergi,kka!” usir Yoona mendorong-dorong tubuh Sungmin dan Eunhyuk.

“baiklah..baiklah,tapi kau Im Yoona..kau berhutang cerita padaku,arasso!” teriak Eunhyuk sambil beranjak menjauh.

“memang aku sudah terbiasa dari tatapan mereka tapi ada satu tatapan dari kejauhan yang membuatku tidak nyaman.” Batin Yoona sambil melirik sekilas suatu sudut yang terdapat seseorang yang tengah menatapnya namun entah itu tatapan apa,Yoona sendiri tidak mengerti.

-0000000000000000-

“baiklah,apa ada pertanyaan?” tanya Donghae seusai ia menjelaskan materinya.

Semua siswa kini tengah berlomba-lomba mengangkat tangannya namun tidak dengan Yoona yang kebetulan tengah berada dikelas itu,ia lebih memilih melanjutkan tidur siangnya daripada mendengarkan materi dari ‘suaminya’ itu.

Donghae menunjuk salah satu siswa yeoja “silahkan,apa pertanyaanmu?” tanyanya.

Siswa itu terlihat gugup “songsaenim…apa..kau..memiliki..yeojachingu?” tanya siswa tersebut yang mendapat sahutan yang antusias dari seisi kelas.

Donghae tertawa pelan “kelihatannya bagaimana? Ohya,Aku tidak akan menjawab pertanyaan pribadi ditengah kegiatan mengajar jadi tolong tanyakan hal-hal yang bersangkutan dengan pelajaran.” Terangnya namun terlihat nada tegas dari perkataannya.

Donghae menatap sosok Yoona yang berada disudut kelas yang dengan tenangnya tidur. Tiba-tiba sebuah ide terlintas dibenaknya yang membuatnya menunjukkan evil smirk-nya.

“Im Yoona,apa ada pertanyaan?” ucapnya sambil menghampiri meja Yoona-Sooyoung.

Sooyoung dengan cepat mengoyang-goyangkan tubuh Yoona berusaha membangunkan sahabatnya itu namun Yoona masih enggan meninggalkan mimpi indahnya.

Donghae kini sudah berdiri disamping meja Yoona-Sooyoung. Ia menyuruh Sooyoung untuk menjauh,dan Sooyoung secara perlahan beranjak dari duduknya. Donghae kini duduk di kursi Sooyoung tepat disebelah Yoona.

Donghae mencodongkan wajahnya mendekati wajah Yoona yang sontak membuat para siswa berteriak namun tidak dengan Yoona yang masih tidur dengan mata terpejam.

“Im Yoona” panggilnya lembut.

Tidak ada respon.

“Im Yoona,irreona palliwa!” teriak Sooyoung yang kini ikut-ikutan membantu Donghae.

Karena suara cempreng yang dihasilkan Sooyoung,cukup membuat tidur Yoona terusik. Yoona mengerjab-ngerjabkan matanya berusaha menyesuaikan sinar matahari yang masuk ke retina matanya namun justru pemandangan yang berada di depannya yang membuatnya terkejut.

Yoona membulatkan kedua matanya “Kya!!” pekiknya terkejut yang secara refleks memundurkan badannya ke belakang dan sukses membuat kepalanya menghantam dinding yang membuatnya meringis kesakitan dan mengelus-ngelus kepalanya.

“Hahahaha!” seluruh kelas tertawa keras melihat tingkah Yoona

sedangkan yang ditertawakan hanya mempoutkan bibirnya kesal dan memandang Donghae dengan tatapan deathglare-nya.

Donghae menghentikan tawanya ketika mendapati tatapan tajam yang Yoona berikan padanya “ehmm..” dehamnya mengalihkan pandangannya ke arah lain dan beranjak berdiri menjauhi Yoona.

“cukup,cukup..baiklah mungkin sampai disini saja pelajaran kita,saya harap pelajaran kita hari ini bermanfaat. Dan Im Yoona temui saya di ruangan saya ketika istirahat.” Akhir Donghae beranjak keluar kelas.

“awas,kau ikan mokpo! Akan kubuat kau jadi ikan pepes!” geram Yoona emosi

Yoona mengalihkan pandangannya kesebelahnya yang masih saja tertawa dengan puasnya “Choi Sooyoung!! Kau mau mati,hah?!” pekik Yoona geram.

Sooyoung berusaha menahan tawanya “ani,hanya saja tingkahmu tadi sungguh lucu..kau harus melihatnya tadi..hahaha” ucap Sooyoung kembali tertawa.

“kau mau mati?” ancam Yoona dengan tatapan tajamnya.

Sooyoung tersentak dan sontak menghentikan tawanya “siapa juga yang ingin mati Yoong” gumannya.

“ya,memang tidak ada yang ingin mati tapi ada saja yang ingin mencari mati.” Ucap Yoona menatap Sooyoung tajam.

“kenapa kau malah marah padaku? Jika kau ingin marah,salahkan Donghae Songsaenim dia yang mengerjaimu bukan aku.” Bela Sooyoung.

“tapi kau juga ikut-ikutan.” Balas Yoona

Sooyoung terdiam.

“Sudah lah,aku malas membahasnya.” Ucap Yoona mengacak rambutnya frustasi dan beranjak dari duduknya.

“ya,eodiga?” seru Sooyoung melihat Yoona yang beranjak pergi namun tidak digubris Yoona.

“aishh!!ikan mokpo,lihat saja nanti akan kubuat kau ikan pepes.” Geram Yoona sambil melangkah.

Yoona menghampiri lokernya dan seperti mengambil sesuatu setelah menyelesaikan urusannya,ia menutup lokernya namun betapa terkejutnya ketika ia mendapati Donghae yang berdiri menatapnya sambil tersenyum.

“kau mengejutkan ku!” pekik Yoona. Donghae tertawa pelan.

“wae? Kau tertawa? Kau suka melihatku sengsara,huh? Nappeun namja!” cibir Yoona menatap Donghae sinis.

Untung saja pertemuan mereka di tempat yang sedang sepi kalau tidak bakal mendapat perhatian dari para siswa.

“bukannya kau tadi kusuruh keruanganku?” tanya Donghae

Yoona mendesis “buat apa? Menghabiskan waktuku saja.” Cibir Yoona.

“kau harusnya memanggilku ‘Songsaenim’ bukan dengan ‘oppa/kau’.” Gerutu Donghae

“Shirreo! Kau tidak pantas dipanggil Songsaenim.” Ucap Yoona ketus.

Donghae mengacak rambut Yoona “aigo~anak ini. Lain kali,jangan diulang lagi tertidur di jam mengajarku.” Titah Donghae.

Yoona melepaskan tangan Donghae yang berada dikepalanya “kau merusak rambutku. Terserahku mau tidur atau tidak,itu juga karena pelajaranmu yang membosankan.” Cibir Yoona mengalihkan pandangannya ke arah lain.

“hei,lihat kesini.” Perintah Donghae

“shirreo!” tolak Yoona

“sebentar saja.” Pinta Donghae

Yoona akhirnya menoleh “ada apa lag–..” ucapan Yoona terhenti bersamaan dengan Donghae yang menutup paksa mulut Yoona dengan ciuman yang ia berikan.

Yoona mendorong tubuh Donghae melepaskan ciuman mereka.

“ya,hentikan!” seru Yoona.

Donghae terlihat kecewa “wae geure?”

“apa oppa lupa? Ini disekolahan,oppa ingin siswa lain melihatnya?” kesal Yoona melihat-lihat sekitar memastikan tidak ada yang melihat.

“aku hanya ingin bertemu denganmu.bogoshippo” manja Donghae

Yoona mendesis “hentikan,rengekan itu. Mana ada namja yang bersikap seperti itu.”

“lagipula kita baru saja bertemu beberapa menit yang lalu.” Sambung Yoona mencibir.

Donghae menunjukkan wajah cemberutnya dan tiba-tiba ia tarik tangan Yoona dan merengkuhnya kedalam pelukannya. Ia peluk tubuh mungil Yoona erat seolah tidak ingin melepaskannya.

“oppa,nanti ada yang melihat.” Ucap Yoona melihat sekitar.

“biarkan seperti ini dulu.” Pinta Donghae

Yoona hanya pasrah karena tidak ada gunanya ia memberontak,toh perbedaan tubuhnya dan Donghae cukup besar. Donghae melepas pelukannya.

“oppa harus ingat ini sekolahan,jadi kita harus jaga sikap.” Titah Yoona.

“jadi kalau tidak disekolahan,kau mau?” goda Donghae

“bwo? Berhenti menggodaku.” Ucap Yoona.

“kau hanya malu kan? Kalau tidak disekolahan,kau pasti mau melakukannya kan?” goda Donghae semakin menjadi-jadi.

“hentikan,oppa.” Ucap Yoona.

Percakapan mereka dihentikan oleh bunyi Handphone Yoona yang berada dikantung baju seragamnya.

“siswa dilarang membawa Handphone kesekolah.” Ucap Donghae

Yoona mendelik “apa oppa ingin mengambilnya dan mengadukan ke Songsaenim lain? oppa ingin bersikap layaknya Songsaenim? Sudahlah oppa tidak pantas.” Gerutu Yoona dan menjawab panggilan di handphonenya.

“Yeobseyo” ucap Yoona

“____”

“nde,oppa aku akan kesana. Arasso..annyeong.” akhir Yoona menutup handphonenya.

“nugu?” tanya Donghae cepat seusai ia mendengar kata ‘oppa’.

“temanku.” Jawab Yoona.

“teman namjamu yang waktu dikantin tadi?” tebak Donghae.

Yoona mengangguk “bagaimana oppa tau?” selidik Yoona.

Donghae gelagapan “aku tidak sengaja tadi melewati kantin.” Sergahnya.

“tapi siapa namja itu?” sambung Donghae lagi.

“sudah kubilang,mereka teman-temanku.”

“siapa nama namja yang memegang kepalamu itu?” instrogasi Donghae.

Yoona mengernyit “bagaimana oppa tau?”

“sudahlah jawab saja.” Titah Donghae tidak menghiraukan pertanyaan Yoona.

Yoona mendesis “Eunhyuk oppa” jawabnya ketus.

“yang satunya?” tanya Donghae lagi.

“Sungmin oppa,sudahlah..mereka hanya teman-temanku tidak lebih.” Terang Yoona seakan sudah tau gelagat sikap Donghae yang cemburu.

“kau harus jaga jarak dengan namja yang bernama Eunhyuk.” Titah Donghae

“nde?” bingung Yoona.

“dapat kulihat kalau dia itu namja yang tidak baik-baik.” Tebak Donghae

Yoona tersentak kaget “bwo? Berhenti mengatakan yang tidak-tidak. Lagipula dia lebih baik dari pada oppa,namja mesum.” Seusai
mengatakan kalimatnya Yoona berlari menjauhi Donghae.

“bwo? Ya,Im Yoona!!” teriak Donghae kesal

-0000000000000000000000000-

Skip Time~

Di kediaman YoonHae

Donghae baru saja membuka matanya dari tidurnya dan memandangi sekitar kamar mencari keberadaan sosok itu tapi nihil tidak ada seorang pun disana.

Ia lirik jam yang berada disamping tempat tidurnya menunjukkan pukul 7 malam. Ia mulai beranjak bangun dan keluar kamar namun baru beberapa langkah,ia sudah bisa mencium aroma wangi masakan.

Sesampainya didapur.ia bisa melihat orang yang sedari tadi ia cari sibuk berkutat dengan peralatan dapur.

Secara perlahan Donghae dekati namun tampaknya orang itu masih belum menyadari keberadaan Donghae.

Grepp …

Ia peluk orang itu dari belakang yang sontak mendapat pekikan yang lumayan keras ditelinganya.

“Oppa!” pekik Yoona terkejut.

“bisakah kau kecilkan suaramu? Lama-lama aku bisa tuli.” Cibir Donghae sambil menaruh dagunya dipundak Yoona.

“oppa yang selalu membuatku terkejut. Oppa ingin istrimu ini mati muda akibat serangan jantung?” kesal Yoona.

“buktinya kau masih hidup.” Ucap Donghae.

Yoona mendesis “selalu saja aku yang kalah.”

Cuph

Yoona melototkan matanya ketika mendapat kecupan singkat dipipinya. Donghae tersenyum melihat tingkah Yoona.

Cuph

Kini pipi yang satunya yang mendapat kecupan singkat dari Donghae. Yoona berbalik menghadap Donghae dengan wajah yang merona merah.

Donghae terkekeh “ada apa dengan wajahmu?” ejeknya.

“berhenti menggodaku. Aku sedang masak” ucap Yoona ketus

“dasar namja mesum.” Sambung Yoona lagi.

“bwo? Namja mesum? Ya,aku ini suamimu dan aku berhak melakukannya.” Ucap Donghae tidak terima

“tetap saja,dasar namja mesum.hanya ada pikiran kotor diotakmu.” Timpal Yoona.

Donghae membulatkan kedua matanya “ya,nyonya Lee! Apa yang barusan kau katakan? Pikiran kotor?” kesal Donghae.

Yoona tidak menggubris-nya dan lebih memilih melanjutkan kegiatan masaknya yang sempat terhenti akibat Donghae.

Donghae mempoutkan bibirnya setelah ia sadar Yoona tidak menghiraukan perkataannya.

“Ya,aku sedang berbicara denganmu,Nyonya Lee.” Seru Donghae

“dan aku sedang memasak,Tuan Lee.” Balas Yoona tanpa mengalihkan pandangannya.

“Im Yoona,apabila kau tidak menghentikan masakmu itu akan ku kurangi nilaimu.” Ancam Donghae (apa urusannya masak dengan nilai ‘-‘)

“ini bukan sekolah dan jangan bawa-bawa pekerjaan ke rumah.” Jawab Yoona santai.

Donghae tercekat,ia tidak tahu harus menjawab apa lagi. Tiba-tiba suasana menjadi sunyi dan hanya terdengar bunyi peralatan masak yang ditimbulkan oleh Yoona.

Yoona melirik sekilas ke sampingnya memastikan keadaan namun yang didapatinya justru Donghae yang berdiri sambil memandanginya intens.
Yoona mengkerutkan dahinya,bingung…itu yang ia rasakan ketika melihat tingkah suaminya itu namun ia memilih diam dan tetap melanjutkan kegiatan masaknya.

Grepp

Yoona tersentak kaget beberapa saat ketika mendapati sepasang tangan kekar memeluknya erat dari belakang. Dan seolah tidak membiarkan Yoona menarik nafas kini putarnya tubuh Yoona berhadapan dengan Donghae.

Donghae menatapnya lekat,Yoona merasa risih dengan tatapan yang diberikan suaminya namun ia tidak mengatakan apa-apa tapi hanya berusaha menghindari kontak mata dengan Donghae.

“Yoong,lihat aku.” Ucap Donghae pelan.

Yoona seolah terhipnotis,ia mengikuti permintaan Donghae dan kini mereka saling menatap satu sama lain. Cukup lama mereka bertatapan.

“oppa,apa yang kau lakukan?” heran Yoona memecah kesunyian.

Donghae tertawa kecil “menurutmu?”

Yoona mempoutkan bibirnya “aku bertanya dengan oppa tapi kenapa oppa malah bertanya balik kepadaku?” kesal Yoona.

“dia sangat lucu ketika marah.” Batin Donghae tersenyum.

Yoona mengernyit “kenapa oppa tersenyum seperti itu? Oppa membuatku takut.” Ungkap Yoona.

“waeyo?” tanya Donghae.

“karena semua isi otak oppa itu pikiran kotor.” Jawab Yoona jujur.

Donghae terkekeh dan tak lama ia menunjukkan evil smirk-nya sambil mendekati wajah Yoona. Yoona membulatkan matanya dan refleks memundurkan tubuhnya namun dengan segera Donghae menahan tubuh Yoona dan justru mendorongnya kedepan membuat wajah mereka sangat dekat.

“jangan pernah tunjukkan aegyomu kepada namja lain,karena aku tidak menyukainya.” Ucap Donghae pelan hampir seperti berbisik bersamaan dengan itu perlahan ia memajukan wajahnya hingga tinggal beberapa senti lagi sampai..

Cesss…

Yoona yang awalnya menutup matanya,membuka kedua matanya lebar-lebar mendengar bunyi yang tidak asing bersamaan dengan bau yang menyengat penciuman. Yoona refleks mendorong tubuh Donghae yang membuat Donghae tersentak,Yoona berteriak setelah berbalik dan mendapati masakannya berubah menjadi kehitaman.

“masakanku!!” pekik Yoona mematikan kompor.

“ah…sedikit lagi..” desah Donghae kesal.

Yoona berbalik menatap tajam Donghae “oppa,kau yang menyebabkan masakanku jadi gosong!” seru Yoona menunjuk Donghae dengan
telunjuknya.

“wae~? Kenapa kau menyalahkanku? Seharusnya kau mematikan kompornya terlebih dahulu.” Sahut Donghae tidak terima.

“bwo,oppa menyalahkanku? Ini salah oppa karna oppa yang tiba-tiba memelukku.” Seru Yoona lagi.

“tapi tetap saja,ini salahmu.” Sahut Donghae lagi.

“salah oppa!”

“salahmu!”

“salah opp-“

Ting tong ..

Adu mulut mereka terhenti akibat bunyi bel yang berbunyi menggema di seluruh ruangan. Yoona memandang Donghae kesal dan beranjak menjauh menuju kearah pintu.

“ini siapa lagi malam-malam bertamu?” gerutu Yoona sambil membuka pintu dan tersentak kaget.

“annyeong!” seru tamu tersebut.

“Sooyoung-ah,wae geure?” tanya Yoona heran.

“setiap aku kerumahmu pasti kau menanyakan itu,bukannya menjawab sapaanku.” Gerutu Sooyoung mempoutkan bibirnya.

Yoona tertawa hambar “annyeong,Sooyoung-ah! Ada apa kau kesini?” tanya Yoona dan pandangannya beralih pada koper yang berada disebelah Sooyoung.

Yoona mendongak memandangi Sooyoung seolah meminta penjelasan.
“bolehkah aku menginap dirumahmu? Jebal..” pelas Sooyoung memohon.

Yoona terlonjak kaget “BWO?! Menginap?!” pekiknya.

-TBC-

note : harap RCL kalau ingin baca part selanjutnya,gumawo~🙂

42 thoughts on “FF : Our Problem part 3

  1. hahahaha… lucu banget pas hae oppa mendesah gara2 gagal buat nyium yoona eonni😄
    woah.. apa jadinya klo sooyoung eonni nginap di rmh yoonhae? #yoonhaelangsungpanikgrasakgrusuk wkwkwk

    author hwaiting!! ^^

  2. appaaaa??!!!!! menginap? eottokeh
    #sibuk sendiri kkk
    tapi gx pa2 deh,biar soo tau dan tidak akn mncomblngkn yoona ma kyu kakkakakakakakakakak
    nexttt

  3. aku suka uri yoonhae kocak n romantis……sweet banget…
    sooyoung mau nginep dirumah yoonhae…? atau jgn2 sooyoung mau cari tahu apa yang disembunyiin yoona….?
    lanjut thor…..

  4. Donghae oppa ketularan yadongnya eunhyuk oppa hehehe……
    Aduch sooyoung mengganggi saja org lg romantisan*pletak ketularan yadong hae oppa

  5. kerennn thorrrr..
    nahh lho sooyoung mw nginap? gmna jadinya itu..kkekkke
    senyum2 sendiri baca YH momentnya,, next thorrrr

  6. aihh,, makin seru aja nih ffnya ^^
    Gregetan cmpr gemesss liat tingkah suami isteri YoonHae, lucu ngeliat mrk berdua emg mrk tuh pasangan serasi, plg sng dah kl liat donghae cemburu ke yoona, ama eunhyuk aja cemburu gmn kl tau ada cowok lain (kyu) yg jg suka ama isterinya makin bertanduk dah kepalanya😀

    Apa yoona bkln nolak permintaan soo buat nginep/nerima, kl nerima bkln seru nih jd ga sabar nunggu kelanjutan ffnya, jgn lama2 ya thor gomawo🙂

  7. Hadeuuuuu chap yg unyu munyu sangat ini :3
    yoon-hae’s cuteness overload!!!!! cant handle it *squeal in delight* gemes gemes gemessss liat mereka dsini /peyuk yoonghwae/ dr awal chap udh senyam senyum gaje ni thor hehe
    Itu kelakuannya bang ikan….. Mihihi lucuuu, yoong unni kudu ekstra sabar punya suami -anak-umur-5 taun-yg cemburuan kayak abang heuheu
    Waaaa itu soo mau nginep, ikutan ah/plak/ kkkk ; g kbayang serunya nah makanya ayo lanjut thorr *ekstra modus*
    next chap! fighting!

  8. bagus, aku suka kemesraan mereka berdua.
    donghaenya lucu, suka banget ngebuat yoona kaget.
    itu sooyoung mau nginep? oh no, gimana nasib donghae?
    nanti dia tidur dikamar lain *poor donghae*

    oiya thor cepet keluarin kyuhyun lagi, dan buat donghae semakin naik pitan kkk~
    donghae bener-bener pencemburu, kekanakan sekali.
    tapi gapapa. dia jadi lebih ngegemesin kalau lagi cemburu sama yoona.

    aku rader baru, maaf commentnya langsung ke chap 3 ^^

  9. Huaaaaaaa makin daebak pake banget.
    Yoonhae so sweet. Bikin iri deh.
    Sooyoung menginap? Wah bakal seru nih.

    Next ditunggu.
    Fighting.

  10. soo eunni mengganggu keromantisan yoonhae.trus nanti yoona eonni harus tidur sama siapa?hae oppa atau soo eunni? Lanjut thor lanjut thor lanjut thor lanjut thor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s